Aris Hartana

/Aris Hartana
Aris Hartana
2016 - 2017
Kategori Fishery Microentrepreneur
Mantan Penyiar Radio Kini Menjadi Juragan Ikan Koi

Berawal dari kecintaannya pada ikan koi, Aris Hartana (46) memutuskan untuk membuka usaha budidaya ikan koi pada tahun 2010.Berkat usahanya yang gigih, pria yang dulunya berprofesi sebagai penyiar radio di salah satu radio terkenal di Magelang ini sekarang telah sukses menjadi pionir peternak budidaya koi di daerah asalnya di Dangkel Wetan, Magelang.

Saat berbincang dengan tim CMA, Aris bercerita tentang jatuh bangun ketika merintis usaha ini. Awalnya ia hanya menekuni koi sebagai hobi dan penyalur darah seni yang berada dalam dirinya. Namun lama kelamaan ia menyadari bahwa potensi ekonomi yang didatangkan dari bisnis budidaya koi cukup menggiurkan. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa penghasilan sebagai petani padi didapat setelah 4 bulan untuk sekali panen, maka penghasilan untuk peternak ikan koi bisa didapat dalam kurun waktu dua minggu saja untuk hasil yang sama dengan satu kali panen padi.

Untuk ukuran ikan yang kecil dapat dijual sebesar Rp 10.000,- hingga 50.000,-/ekor, ukuran sedang dapat dijual Rp 300.000,- ke atas, sedangkan untuk ikan ukuran 30 – 70 cm dapat terjual dengan harga yang cukup fantastis yakni Rp 1.000.000,-/ekor nya. Harga jual ikan koi tersebut diatas yang didapat dengan kurun waktu pemeliharaan yang tidak terlalu lama, tentu saja menggiurkan bagi siapa saja yang berminat untuk menggeluti usaha budidaya koi.

Selain melakukan pemijahan, pemeliharaan, dan perdagangan koi secara mandiri, Aris juga menerapkan sistem inti-plasma dalam usahanya. Sistem ini menjadikannya berbeda dari peternak koi yang lain, karena ia bersinergi dengan petani padi untuk menyiasati keterbatasan lahan yang ia miliki dengan memanfaatkan lahan persawahan petani tersebut untuk substitusi kolam pembudidayaan koi. Saat ini, Aris memiliki kurang lebih 25 inti-plasma dengan lahan seluas 27 hektar yang tersebar di kecamatan-kecamatan di daerah jawa tengah dan DIY.

Aris sedang memberi makan ikan koinya

Aris percaya bahwa pembudidayaan ikan koi ini akan membantu perekonomian masyarakat sekitar tempat ia tinggal“Saya melihat potensi di Desa Karangtalun ini sangat besar karena terdapat sumber air mengalir di sekitar rumah penduduk yang turut mengaliri sawah mereka,” ujarnya. Dengan ekosistem yang mendukung, ia mengajak para petani di sekitar lingkungan tempat tinggalnya untuk turut membudidayakan koi di sawah mereka. Ia juga dengan gigih dan sabar membina para petani plasma dan secara rutin mengikut-sertakan mereka dalam berbagai loka karya untuk menambah wawasan mereka. Tim CMA juga sempat berbincang dengan salah satu mitra inti-plasma Aris, Bapak Paijo.Ia bercerita bahwa setelah mengikuti sistem inti-plasma budidaya koi milik Aris, penghasilan ekonominya mengalami peningkatan.

Keberhasilan Aris dalam mengembangkan usahanya tentu saja tidak terlepas dari peranan BPR Bank Bapas 69 yang senantiasa mendukung nasabahnya dengan memberikan berbagai layanan finansial. Beberapa contoh program pelayanan finansial BPR Bank Bapas 69 adalah kredit dengan bunga rendah 0,5%, pelatihan ketrampilan, dan penempatan profil pengusaha berprestasi pada majalah terbitan BPR Bank Bapas 69.

“Saya melihat potensi di Desa Karangtalun ini sangat besar karena terdapat sumber air mengalir di sekitar rumah penduduk yang turut mengaliri sawah mereka.”

2018-10-08T00:03:38+00:00