Briane Novianti Syukmita

/Briane Novianti Syukmita
Briane Novianti Syukmita
2016 - 2017
Kategori Green Microentrepreneur
Daur Ulang Menjadi Uang

Setiap mahasiswa pasti melewati masa penyusunan skripsi. Umumnya, pada masa tersebut mahasiswa banyak menghasilkan limbah kertas dikarenakan proses revisi yang berulang kali. Melihat fenomena tersebut, Briane Novianti Syukmita (28), yang akrab disapa Novi, bercerita mengenai awal mula ia memulai usahanya, “Dulu di kampus teman saya iseng ngumpulin tidak hanya koran saja tetapi skripsi juga. Kalau dijual berapa sih?paling sekilo cuma dihargai Rp 1.500. Terus akhirnya saya dan teman-teman bikin tas anyam yang pertama. Dikarenakan saya belajar filsafat di Fakultas Ilmu Budaya, banyak pelajar asing dari program pertukaran pelajar lebih tertarik apabila bahan produknya berasal dari koran bekas dan kemudian mereka bawa dan melakukan repeat order. Berarti produk tas ini laku ya? Ya sudah akhirnya keterusan.”Produk kerajinan yang dihasilkan ternyata mendapat respon yang positif dan menuai banyak permintaan. Maka Novi dan rekan-rekannya terus menjalankan usaha kerajinan tersebut hingga lulus kuliah. Namun setelah lulus, rekan-rekan Novi mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan dan berpencar, sehingga akhirnya hanya Novi yang menjalankan usaha kerajinan tersebut sendiri.

Usaha yang dibangun Novi kemudian diberi nama Dluwang Art, Dluwang sendiri merupakan singkatan dari ‘Daur Ulang Menjadi Uang’. Produk limbah yang saat ini dimanfaatkan oleh Novi untuk dijadikan kerajinan adalah koran bekas, tabloid bekas, serta terkadang kain perca. Koran atau tabloid yang ia kumpulkan kemudian diproses dengan cara digulung, diberikan akrilik cair, dan ditenun. Produk yang dihasilkan bermacam-macam, diantaranya gelang, sandal, cermin, berbagai model tas, lampu baca, kotak tisu, serta berbagai ornamen seperti Monumen Nasional, Gedung Sate, Menara Eiffel, Vespa dan lain sebagainya.

Saat ini usaha Dluwang Art telah berkembang pesat dan penjualannya sudah merambah dari Aceh sampai Merauke.Bahkan pada tahun 2014, Novi telah memiliki rekanan di New York, Amerika Serikat yang dalam satu kali pembelian membeli berbagai produk hingga memenuhi satu kontainer.Namun pada tahun 2016, rekannya tersebut meninggal dunia dan tidak ada yang meneruskan kerjasamanya.Belum lama ini Novi juga mengirim contoh produk Dluwang ke Perancis untuk menjajaki potensi kerjasama dan pada saat memenuhi jumlah produksi yang tinggi Novi mempekerjakan sebanyak 30 orang.

Berbagai produk Briane yang terbuat dari koran

Selain menjual produk olahan limbah kertas, Novi juga menjual jasa berupa pemberian pelatihan mengenai cara pengolahan limbah kertas. Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Jogja dimana Novi merupakan nasabah juga rutin mengadakan seminar dimana salah satu nasabah pengusahanya diminta untuk berbagi pengalaman terkait usahanya. Namun Novi yang mengaku masih junior hingga saat ini hanya menjadi pendengar karena banyak pengusaha yang lebih hebat. Belum lama ini, Bank Jogja bersama dengan Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Yogyakarta juga mengadakan sebuah kompetisi dimana Novi memenangkan penghargaan untuk kategori produk original.

 

“..di Fakultas Ilmu Budaya, banyak pelajar asing dari program pertukaran pelajar lebih tertarik apabila bahan produknya berasal dari koran bekas dan kemudian mereka bawa dan melakukan repeat order. Berarti ini laku ya?Ya sudah akhirnya keterusan.”

2018-10-08T00:02:06+00:00