Endi Putra Roza

/Endi Putra Roza
Endi Putra Roza
2016 - 2017
Kategori Youth Microentrepreneur
Pemuda Yang Bangga Menjadi Petani Padi

Wilayah Payakumbuh yang terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, provinsi Sumatera Barat merupakan daerah dengan keunggulan dalam sektor pertanian dikarenakan berada diantara Gunung Merapi dan Gunung Singgalang.Daerah inilah yang menjadi tanah kelahiran salah satu pemenang Citi Microentrepreneurship Awards kategori Young Microentrepreneur, Endi Putra Roza yang bangga menjadi petani padi dalam usianya yang masih tergolong muda.

Endi, begitu ia akrab disapa, adalah pria kelahiran 4 September 1987 yang memiliki lahan padi organik di Desa Silung. Ia berambisi untuk mengubah pola pikir para petani di daerahnya yang semula masih menggunakan bahan-bahan kimia untuk bertani, agar beralih ke metode bercocok tanam padi secara organik. Dengan dibantu layanan keuangan dari BPR Sago Luak 50 Kota, ia merintis usaha beras organik yang diberi nama Silung Jaya sejak tahun 2012.

Berawal dari sulitnya mendapatkan pupuk kimia di daerah asalnya dan keprihatinan terhadap penggunaan pupuk kimia tersebut didalam proses menanam padi, ia kemudian tergerak untuk memanfaatkan limbah kotoran ternak untuk dijadikan pupuk kandang (organik). Endi mengatakan bahwa pemanfaatan limbah kotoran ternak ini dapat mendatangkan keuntungan bagi para petani dan masyarakat luas karena dapat menekan biaya produksi, menghasilkan beras yang lebih sehat, serta menyelesaikan permasalahan limbah kotoran ternak yang menumpuk di kawasan tersebut.

Dalam wawancara bersama tim CMA, Endi mengatakan bahwa kendala dalam usaha beras organiknya disebabkan oleh mayoritas petani padi di daerahnya masih menggunakan pupuk kimia untuk bercocok tanam. Mereka masih enggan untuk beralih menggunakan pupuk organik disebabkan prosesnya yang tidak praktis karena harus dibawa secara manual ke sawah dengan menggunakan trolley kecil dan difermentasi selama 20 hari sebelum siap pakai.

Dengan berbekal ilmu pertanian yang ia dapatkan semasa kuliah dan kegigihannya, Endi mengajak petani-petani beras di sekitarnya untuk mulai mengadopsi teknik bertani secara organik. Petani-petani yang tertarik akhirnya ikut bernaung dalam Kelompok Tani Silung Jaya yang berfungsi sebagai wadah bagi mereka untuk memproduksi dan memasarkan beras organiknya ke pasaran.

Edukasi dan perekrutan petani ini juga bertujuan untuk mengontrol kualitas air yang digunakan untuk pengairan sawah agar tidak tercampur bahan kimia, sehingga kualitas organik beras produksi Silung Jaya tetap murni terjaga.

Saat ini, Silung Jaya yang berada di kecamatan Lareh Sago Halaban masih menjadi satu-satunya kelompok tani yang memproduksi beras organik dari Kabupaten Lima Puluh Kota.Produknya sudah tersebar di beberapa provinsi di luar Sumatera Barat, di antaranya Riau dan Jambi.

Setiap bulannya, Kelompok Tani Silung Jaya dapat memperoleh omset sebesar 70 juta rupiah dari panen beras organik mereka yang sengaja ditanam tidak secara bersamaan sehingga setiap bulannya mendapat hasil panen. Endi sendiri memiliki 6 orang pegawai yang membantunya untuk mengelola lahan padi organik sampai dengan proses pengepakan dan pengiriman.

Dengan usaha yang ia rintis, ia berharap agar ke depannya para petani dapat melihat manfaat kesehatan dan keuntungan ekonomi dari beras organik serta mau merubah pola pikir para petani untuk mulai bercocok tanam dengan menggunakan bahan-bahan yang organik untuk menghasilkan beras dengan kualitas baik dan sehat.

2018-10-07T23:56:28+00:00