Heri Susanto

/Heri Susanto
Heri Susanto
2016 - 2017
Kategori Agriculture Microentrepreneur
Mimpi Menjadi Petani Kaya

Heri Susanto, pria 44 tahun yang berasal dari Desa Siraman, Pekalongan, Lampung Timur sebelumnya hanya menjalankan usaha obat-obatan pertanian yang ia beri nama Mitra Usaha Tani. Namun sejak tahun 2009, Heri tidak hanya menjual obat-obatan pertanian, namun juga mulai menjalankan profesi sebagai petani.Hal ini dilatar-belakangi karena adanya pandangan dari para petani yang menganggap Heri hanya bisa menjual obat tapi tidak bisa bertani.Heri terdorong untuk membuktikan diri bisa sukses sebagai petani.

Heri lalu memberanikan diri untuk meminta sebagian sawah milik bapaknya untuk dia garap.Bapaknya sendiri seperti mayoritas petani di Lampung Timur merupakan petani padi.Heri menjelaskan kalau di wilayahnya padi itu hanya panen satu kali setahun, ketika tidak sedang ditanam padi, terkadang petani menanam singkong, namun seringkali juga lahan dibiarkan tidak digarap sehingga menjadi tidak produktif.Heri kemudian berinisiatif untuk menanam sayuran dan menerapkan sistem pertanian hortikultur.

Heri juga membagi lahannya dalam beberapa bagian dengan tahapan penggarapan yang berbeda.Hal ini dimaksudkan agar lahannya bisa panen dan berproduksi terus menerus serta siklus panen terbagi secara merata. Dengan menerapkan sistem tersebut diharapkan harga panen stabil dan tidak jatuh akibat hasil panen yang melimpah juga bisa menerima pendapatan secara berkala..Tidak butuh waktu lama, usaha pertanian Heri mulai memperlihatkan hasil dan terus berkembang. Petani-petani lain yang sebelumnya memandang sebelah mata pun mengakui keberhasilannya.

Heri Susanto di toko obat pertanian miliknya, Mitra Usaha Tani

Kesuksesannya sebagai petani juga semakin mendorong usaha obat-obatan pertaniannya.Dikarenakan semua obat yang dijual telah dicoba sendiri, Heri bisa merekomendasikan obat-obatan tersebut berdasarkan pengalaman pribadi.Heri menjelaskan bahwa penggunaan obat-obatan secara tepat dosis dan waktu bisa mencegah dari gagal panen.

Setelah usaha pertanian dan toko obat Heri semakin sukses, Heri bersama-sama dengan para petani disekitarnya membentuk kelompok.Kelompok yang rutin berkumpul setiap pekan ini dibentuk sebagai wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman.Saat ini anggota kelompoknya telah berjumlah lebih dari 30 orang, banyak diantara mereka dan juga diluar kelompok tersebut yang rutin meminta saran dari Heri untuk berbagai kendala yang dihadapi dalam usaha pertaniannya.

Mengenai alasan Heri membentuk kelompok tersebut, ia mengatakan, “Cita-cita saya itu sebenarnya sederhana Mas, saya ingin kaya. Saya tidak ingin menjadi petani yang kondisi hidupnya tidak berubah.Saya bercita-cita bisa meningkatkan taraf hidup para petani dan mengubah pandangan bahwa kehidupan petani tidak berkembang.”

Menjalankan usaha pertanian membutuhkan modal kerja yang tidak kecil, oleh sebab itu Heri menerima dukungan permodalan dari BPR Lampung Bina Sejahtera (Bank Sejahtera).Selain memberikan akses permodalan, Bank Sejahtera juga secara rutin melakukan kunjungan kepada para nasabahnya untuk memberikan pendampingan dan dukungan terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi.Dalam kunjungannya, Bank Sejahtera juga memasukkan materi literasi keuangan dan pengembangan usaha.

“Cita-cita saya itu sebenarnya sederhana mas, saya ingin kaya”

2018-10-08T00:00:31+00:00