Lia Nilandewi

/Lia Nilandewi
Lia Nilandewi
2016 - 2017
Kategori Best Woman Microentrepreneur
Industri Rumahan Baju Muslim yang Merambah Pangsa Internasional

Selama beberapa tahun terakhir, tidak dapat dipungkiri bahwa industri pakaian muslim semakin menguat di Indonesia. Merk-merk lokal mulai menjamur dan dapat ditemukan dengan mudah di pasaran serta menjadi komoditas nomer satu transaksi e-commerce.Industri inilah yang ditekuni oleh salah satu pemenang penghargaan khusus Best Woman Microentrepreneur di CMA 2016-2017, Lia Nilandewi (Lia).

Lia memulai usaha Rumah Jahit Alaya di tahun 2013 atas dorongan sang kakak yang ingin melihatnya mempunyai usaha sendiri. Dengan modal sebesar Rp 10.000.000 ia membeli berbagai peralatan jahit dan bahan-bahan untuk membuat busana muslim. Rumah Jahit Alaya menerima pesanan busana muslim dari mitra dengan berbagai merk mereka masing-masing.

Dalam perjalanan usahanya, ia mengaku sempat mengalami masalah dalam permodalan, namun setelah bergabung di BMT SANAMA ia mendapat dukungan sangat membantu usahanya. BMT SANAMA memiliki program pembiayaan usaha dan pendampingan yang secara aktif membantu anggotanya yang merupakan pengusaha mikro.

BMT SANAMA mengelompokkan anggotanya berdasarkan sektor usaha mereka dan membuat grup chat masing-masing sektor tersebut sebagai sarana berkomunikasi dan konsultasi bagi sesama pengusaha dan staf BMT.

Kendala lainnya terletak pada sulitnya mencari tenaga penjahit.Seringkali Lia sampai harus terjun tangan sendiri untuk melatih para pegawainya untuk menjaga mutu produksi. Lia sering memberikan tambahan wawasan terkait pemasaran kepada 16 pegawainya karena ia ingin mereka dapat mandiri sewaktu-waktu tergerak membuka usaha sendiri. Biasanya ia selalu mengajak beberapa karyawannya untuk bertemu dengan klien di luar kota atau keluar negeri dan menjelaskan metode pengiriman barang agar mereka dapat memahami prosesnya penjualan dan produksi Rumah Jahit Alaya.

Lia Nilandewi dan salah satu produknya

Saat ini jangkauan pasar dari produk Rumah Jahit Alaya sudah mencapai mancanegara.Dua mitra kunci Lia berasal dari Malaysia dan mereka menjual hasil jahitan produksi Rumah Jahit Alaya sampai ke Inggris dan Perancis.Melihat fakta tersebut, Lia tergerak untuk memiliki merk pakaian sendiri.

Dengan dibantu suaminya, Lia membuat merk Azzahra Premium Syar’i. Di bawah naungan merk ini, ia mulai berani mendesain sendiri busana wanita muslim syar’i namun dengan warna-warna cerah dan model yang variatif. Pemasaran produknya gencar dilakukan melalui beberapa akun sosial media.Dari sosial media pula Lia mulai mendapatkan jaringan reseller yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga menambah pendapatan usahanya.

Lia berharap dengan merk usahanya sendiri produk busana muslim yang diproduksinya dapat menembus pasar internasional seperti pakaian-pakaian yang ia jahit di Rumah Jahit Alaya. Ia ingin agar konsumen mengenal produksinya dengan merk Azzahra dan bukan merk mitra-mitranya.

2018-10-07T23:57:54+00:00