Nienik Rakhmawati Zauharoh

/Nienik Rakhmawati Zauharoh
Nienik Rakhmawati Zauharoh
2017 - 2018
Kategori Fishery
Mengubah Yang Terbuang, Ikan Bawis, Menjadi Yang Dikenal khas Bontang

Kecil, amis, dan berduri merupakan tiga hal yang membuat ikan bawis khas Bontang tidak terlalu populer di kalangan nelayan. Hasil tangkapan ikan jenis ini lebih sering dibuang atau dilepas kembali untuk pakan ikan lainnya karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Nienik Rakhmawati Zauharoh (41), seorang wanita kelahiran Jombang, tidak berpendapat sama.

Mengusung merk dagang Saputra Snack, ikan bawis serta kulit ikan bandeng yang dianggap limbah oleh para pengerik ikan berhasil diolah Nienik menjadi camilan khas dengan nilai jual yang menguntungkan. Dengan omzet senilai Rp. 15 juta perbulan, Saputra Snack mendulang pemasukan mencapai empat juta rupiah perbulan.

Keprihatinan akan bahan baku perikanan yang tidak terpakai dan terbuang begitu saja adalah alasan yang membuat Nienik menggeluti usaha aneka olahan hasil laut ini. Tantangan yang harus dihadapi Nienik saat memulai usaha adalah menemukan cara untuk menghilangkan bau amis pada ikan bawis. Setelah ratusan kali mencoba, hal tersebut berhasil diatasi dengan ramuan alami yang Nienik gunakan sampai sekarang.

Usaha yang dirilis Nienik tahun sejak 2010, legal secara hukum pada 2014. Dalam menjalankan kegiatan produksi, selain dibantu 3 pekerja wanita tidak tetap, Nienik juga melibatkan istri dari para nelayan dalam proses membersihkan ikan. Apa yang dilakukan Nienik menginspirasi para wanita di lingkungannya untuk ikut aktif mengolah aneka snack berbahan baku ikan bawis maupun hasil laut lainnya.

Produk-produk Saputra Snack juga didukung sertifikasi tambahan seperti sertifikat halal, sertifikat kelayakan dan pengolahan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, dan juga izin usaha perikanan.

Selain memproduksi aneka snack hasil olahan ikan seperti keripik ikan bawis, keripik kulit bandeng, dan teri crispy, Nienik juga menerima pesanan  es krim kepiting, es kopyor kepiting, black forest ikan. Produk-produk inovatif hasil pemikiran Nienik ini dibuat untuk membantu mengatasi masalah anak-anak yang tidak suka mengonsumsi hasil tangkapan laut seperti ikan dan kepiting. Diharapkan dengan mengabungkannya dengan makanan kesukaan anak-anak seperti es krim, blackforest, dan es kopyor, akan lebih menarik minat anak-anak.

Usaha Nienik juga mendapat dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Bontang, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Bontang, dan Badak LNG. Bantuan yang diberikan meliputi pelatihan terkait tata kelola usaha, perizinan, peralatan usaha, hingga promosi dan pemasaran.

Saat ini terdapat 20 toko oleh-oleh yang bekerjasama dengan system konsinyasi dengan Saputra Snack. Semua produk Saputra Snack juga dapat ditemukan di outlet rumah produksi Nienik. Facebook, Instagram, dan Whatsapp adalah media online yang dimanfaatkan Nienik untuk memasarkan produknya.

Nienik berharap ke depannya keripik ikan bawis tak hanya dikenal oleh masyarakat Bontang namun juga kota lain.

“Saya ingin kepirik bawis itu dikenal sebagai oleh-oleh khas daerah Bontang,” ujar Nienik.

2018-10-07T23:24:54+00:00