Nufus Mutmainah

/Nufus Mutmainah
Nufus Mutmainah
2016 - 2017
Kategori Service Microentrepreneur
Olahan Sambal Khas Lombok yang Membuat Ketagihan

Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sambal terbukti dengan banyaknya jenis sambal yang berasal dari setiap wilayah di negara ini.Jenis sambal dapat dibedakan dari rasa, tekstur, warna dan tingkat kepedasannya.Saat ini bisnis kuliner sambal sudah menjamur di mana-mana, namun kebanyakan sambal yang dihasilkan tergolong sambal basah dengan minyak yang relative banyak.Nufus Mutmainah (26) merupakan pengusaha mikro yang memproduksi sambal dalam kemasan. Tetapi sambal yang ia beri nama “Lalada” ini termasuk unik karena teksturnya yang kering namun tidak berbentuk bubuk.

Nufus pada awalnya hanya coba-coba terjun ke bisnis kuliner olahan sambal karena melihat ibu mertuanya yang lebih dulu berkecimpung di dunia bisnis ini.Ia mulai memahami bagaimana cara mengolah sambal kering yang baik dan rasa yang tepat ketika membantu ibu mertuanya membuat sambal pesanan orang. Berbekal resep sang ibu mertua, Nufus akhirnya memberanikan diri untuk membuka usaha produk Lalada. Pada awalnya kemasan Lalada hanya dibungkus dengan plastik biasa, namun ketika melihat permintaan sambal kemasan semakin meningkat, maka produk Lalada berganti kemasan dengan kemasan botol kotak plastik yang keras dan lebih menarik.

Dalam menjalankan usahanya, Nufus dibantu oleh beberapa pekerja yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Mereka membantu dalam pengolahan dan pengemasan produk, sedangkan Nufus lebih fokus terhadap pemasarannya.Ia berkeinginan untuk membuat produknya menjadi salah satu oleh-oleh khas Lombok yang sering dicari oleh wisatawan. Pemasaran selama ini ia lakukan dengan mengandalkan sosial media serta jaringan teman yang tersebar di seluruh Nusantara. Tidak sedikit dari teman-teman Nufus yang akhirnya menjadi reseller sambal Lalada di daerah-daerah luar Lombok karena telah merasakan nikmatnya olahan sambal Lalada.

Pada kesempatan yang sama, Nufus menjabarkan bahwa kendala utama dari usaha Lalada terletak pada harga cabai yang fluktuatif. Harga cabai yang sempat menembus angka lebih dari Rp 170.000,-/kg beberapa bulan lalu akhirnya membuatnya harus mengalihkan bahan bakunya dengan menggunakan cabai kering untuk tetap menjaga jalannya produksi. Namun sekarang hal tersebut sudah tidak menjadi masalah yang kompleks bagi Nufus karena dirinya sudah dapat menyiasatinya dengan menganalisa harga pasaran yang tidak akan terpengaruh secara signifikan dengan harga cabai yang fluktuatif.

Nufus Mutmainah dan produk sambalnya

Dalam sebulannya, Nufus mengaku dapat meraih omset sebesar lima juta rupiah. Sebagian dari keuntungan yang diraihnya tersebut ia tabungkan di KSP Lombok Sejati. Perwakilan dari KSP tersebut, Sri Mulyantini, mengatakan bahwa Nufus merupakan salah satu nasabahnya yang memiliki usaha progresif dan berprestasi.Ia juga berharap kesuksesan Nufus dapat menginspirasi nasabah-nasabah lain pelaku UMKM diseputaran kota Mataram, Lombok.

2018-10-08T00:02:48+00:00